Selasa, 09 September 2014

Ketak - Ketik

assalamu'alaikum wr.wb

ini adalah beberapa ketikan ketikan puisi yang gue bikin di saat gue lagi galau




Aku rindu

Kadang aku rindu dengkuran halusnya di belakang tubuhku
Kadang aku rindu tawanya yang melengking di telinga ku
Kadang aku rindu usapan-usapan tangan kasarnya di rambutku
Kadang aku rindu kata-kata merajuknya yang mampu membujukku
Tapi aku hanya mampu rindu
Rasanya masa itu sudah lenyap puluhan tahun lalu
Aku bahkan sudah lupa rasanya maupun rautnya
Aku bahkan lupa radiasi dari kehangatan kasih sayangnya
Dirinya semakin hari seperti batu di puncak gunung
Terlalu tinggi, terlalu menakutkan, terlalu jauh
Dan aku hanya akan mendapat batu gelap yang dingin setelah mati-matian mendaki gunung
Aku bahkan tak pernah memimpikan hidup bahagia bersamanya
Aku hanya mengharap, menghayal sebelum fajar tiba
Menangis di balik punggungnya dan berusaha menebarkan aura
Nyatanya dia memang dingin dan keras, mati, mati rasa, mati jiwa, mati hatinya
harapan yang hanya mampu untuk ku buang, harapan tentang nya, walau tanpa sadar aku tetap merindunya.



Senja Lara


Lihatkah kau gumpalan awan yang berjalan pelan,
yang sekarang ku tatap bertemankan kerinduan
Semilir angin menggoyangkan rambutku pelan,
membawa bait demi bait aroma cinta sang pujangga
Sedikit cahaya pendar, berlatarkan pekatnya langit di senja hari ini
Apakah kau juga menatapnya
serangkaian coretan Tuhan yang telah tumpah ke bumi,
aku menatapanya dengan aura sembilu di hatiku,
sedikit berangan, adakah kau di sudut yang berbeda,
memandang lukisan Tuhan ini sama seperti air mataku, yang melihat senja dengan sebutir lara 





Nyatanya

Seharusnya bahagia kita di sini,
ya disini di temani cipratan air terjun yang menyejukkan
Harusnya bahagia kita di sini, di temani sulur-sulur daun di bebatuan
Harusnya bahagia kita di sini, 
bergandeng tangan berdiri menantang arus sungai yang mendayung pelan
Nyatanya tidak, itu hanya bahagia di anganku saja
Nyatanya tidak, kita hanya duduk di dua batu yang berbeda
Menatap  dua arah yang berbeda, menghayalkan hal yang tak pernah serupa
Nyatanya bahagia mu hanya dia dan tetap dia
Nyatanya, malah kenangan itu yang menggores hatimu dan menusuk perasaan ku
Nyatanya, bahagia mu tetap dia, walau seribu aku di sampingmu
                                                                                                   



Minggu, 10 Agustus 2014

Diri Sendiri


Assalamu'alaikum wr.wb

Good morning, good evening, good night bagi kalian semua yang baca catatan ini pada setiap jengkal waktu. Today I will tell you about “self” or “my self”

Bicara tentang siapa gue siapa lo pasti semua orang punya karakter berbeda kan. Gue gak suka kalau harus ngasih pengertian apa itu karakter berdasarkan tokoh-tokoh terkenal, atau mencuplik kalimat-kalimat WOW dari buku atau lainnya lah. Cukup di dunia kuliah aja gue buat tulisan kaya gitu, gue masih pengen normal, terlalu sok cerdas itu beban mamen. Di sini pengertian semua menurut diri gue sendiri oke, walaupun itu kadang melenceng tetep no komen(lagian siapa yang mau komen -_- )

Gue selalu pengen jadi penulis yang punya feel oke kaya bang Raditya Dika. Lalu baru-baru ini gue juga suka buka blognya misterkacang.blogspot.com, yah ini itu blognya Kaesang putra dari bapak Joko Widodo calon presiden kita (tulisan ini di buat sebelum pelantikan presiden baru periode 2014-2019, atau saat di mana para pejabat lagi pada sebel-sebelan, lapor sana sini). Mereka itu bisa bikin tulisan yang benar benar gak ngebosenin. Cerita yang sederhana seperti merananya jadi jomblo aja bisa jadi sesuatu yang unik, padahal gue jadi jomblo aja gak ada yang bisa gue ceritakan selain sering mupeng kalau lihat temen pacaran. Gue selalu mencoba membuat tulisan ala-ala mereka, tapi namanya juga imitasi, gue selalu jatuh bangun ngetik ngehapus tulisan gue sampe gak ada tulisan yang dapat gue hasilkan. Gue ngerasa frustasi untuk mendapatkan feel gue sendiri yang mirip-mirip mereka, gue pengen kaya mereka ya mereka yang jomblo tapi tulisannya laku. Sifat mereka juga asik bro, cara bicara dan berfikir yang khas benar-benar bikin gue gila pengen kaya gitu.

Sampai suatu saat ketika gue minum susu dan menatap tulisannya gue yang baru satu kalimat, gue sadar, gue gak akan pernah jadi Raditya Dika ataupun Kaesang. Gue juga gak bakal bisa jadi Raline Shah (artis favorit gue) ataupun jadi siapapun. Gue adalah gue, orang mau suka atau nggak suka sama gue yang penting gue jadi diri sendiri. mau tulisan gue enak di baca atau gak enak di baca ya itulah gue. Diri gue ya ini, yang gak bisa menirukan siapapun. Diri gue ya ini yang selalu bikin tulisan yang muter-muter, seenggaknya ini diri gue kan. Tuhan selalu punya takdir sendiri buat masing-masing umatnya, bagaimana dia besok, apa yang akan dia jalani, apa yang akan dia dapatkan, apa yang akan terjadi, itu takdir mamen. Gue akan selalu mengikuti takdir gue yang seperti ini, menjadi orang yang seperti ini. Maaf gue bukan motivator, jadi kalau kata-kata gue kurang menyentuh, sentuh aja sendiri.

Bisa jadi kalian juga pernah ngrasain jadi gue, kalian boleh kok ngiri sama kehebatan seseorang tapi cara balas dendamnya jangan tirukan kehebatan orang itu, tapi cari kehebatan yang ada dalam diri kalian sendiri. this is my self and this is your self guys. Gue jamin, kalian akan selalu bangga jadi diri sendiri dan lebih nyaman jadi diri sendiri. orang mungkin akan lebih menerima kalian yang benar-benar kalian.

See you later J

Senin, 28 Oktober 2013

Inilah Aku (Short Story)


Assalamu'alaikum wr.wb

Kata guru agama gue pas SMA yang bau parfumnya kaya roti marie(manis banget baunya), yang selalu bikin otak gue fokus ke perut karena inget makanan, kita itu harus ngucapin salam karena itu doa selamat, jadi gue doakan yang buka blog gue yang gaje ini pada selamat semua. Oke? 

Ini pertama kalinya gue bikin blog dan format kalimat ini(lo gue) juga terinspirasi dari temen gue yang ganteng tapi agak miring pikirannya, mungkin dia lahirnya di tanjakan kali ya makanya miring.Kenalin, nama gue Rizky Ina Lestari. Gue biasa di panggil Ina atau kiki. Kebanyakan yang panggil gue kiki itu orang-orang terdekat gue, kaya emak, bapak, abang, pak dhe, bu dhe, kakek, nenek dan sisanya. Sedikit deskripsi tentang gue, gue orangnya simple banget dan apa adanya , dalam segala hal. Gue gak pernah punya ambisi yang tinggi, tapi gue tetap punya mimpi. Pertama orang kenal gue pasti mereka ngejudge gue cuek. Emang gue cuek tapi kalau sudah sama temen atau orang terdekat gue bisa super duper baik, cerewet tapi penyabar. Soal keluarga gue gak bakal cerita banyak karena menurut gue terlalu runyam. Alhamdulilah gue masih punya bapak sama ibu, satu kakak tiri(cowok), satu kakak kandung(cowok juga), dan 3 pasang kakek nenek. Sayang sekarang tinggal dua kakek dan satu nenek. Dari situ lo bisa liat kan kalo emang runyam kalo di ceritain tentang keluarga gue.

Hidup gue gak bakal rame tanpa temen-temen gue, saat jadi maba di Unnes gue ketemu sama tiga temen gue yang sama-sama kesasar di satu jurusan yang sama kaya gue. 

Dari yang pertama yaitu Nila Nurlaili : diantara tiga temen gue, dia yang paling narsong. Saat ada moment bagus, dia jadi pelopor foto-foto di antara kita, dan pelopor keduanya pasti gue, haha. Dia baik pastinya, cerewet juga, jarang marah sih, dan agak sedikit cuek kaya gue.

Kedua ada Endang Sunarsih: siapa dia ? ya, dia penolong setiap mahaiswa yang gak punya pulsa dan gak punya duit juga, gue sering banget ngutang pulsa sama dia. Endang itu orangnnya agak cemasan dan gak sabaran, perasaannya juga sensitif banget tapi dia baik banget. Jalannya cepet  kaya gue, tapi kalau dia marah, wuhh bisa binasa lu semua kena omelannya dia.

Ketiga yaitu Eri Yuliastuti: cewek paling semok di antara kita (sebenernya dia benci di panggil gitu). Dia anaknya baik, suka bagi-bagi cemilan, dan berbagi tempat di kontrakannya buat gue, nila dan endang yang notabenenya anak laju buat istirahat saat ada jeda kuliah(thanks ri :)). Tapi butuh sedikit kesabaran buat ngadepin eri karena dia sering melontarkan pertanyaan yang mirip anak kecil yang susah buat di jawab. Kaya contohnya duluan mana itu ayam sama telor??Yah ini adalah tulisan gue yang bener-bener jujur gue tulis sendiri, buat temen gue yang baca itulah ungkapan gue tentang kalian, giamana pun kalian, teteplah gue sayang kalian (LEBAY). Cerita tentang Raden Ajeng Rapunzelina. Kenapa Rapunzelina?? Pembahasan di bab berikutnya.. see you later, thanks bagi yang udah baca blog gue :)

Wassalamu’alaikum Wr.Wb